How to unlock Celery Salt Foursquare Badge. seperti yang kita ketahui badge ini masih sodara kandung dari badge Chicago Blues yang cara unlocknya sudah saya tulis diartikel sebelumnya. Nah cara ...Read more

Pengalaman menyebalkan & menarik bersama Lion Air

Indahnya berlebaran dikampung halaman, mungkin itulah yang dirasakan oleh kita semua yang merayakan Lebaran bersama keluarga ditanah kelahiran kita. Pengalaman ini terjadi pada saat saya akan kembali ke Jakarta setelah berlebaran di Palembang bersama istri tercinta.

Hari itu tanggal 4 Oktober 2008, kami pulang ke Jakarta dengan menggunakan pesawat Lion Air. Setelah tiba di bandara Sultan Mahmud Badarudin II Palembang, saya dan istri langsung masuk untuk check in dan ngurus bagasi, soalnya lumayan banyak bawa oleh-oleh untuk keluarga yang ada di Jakarta. Bgitu sampai ditempat check in ada notice dengan huruf besar dan tanda seru yang juga sama besarnya yang mengatakan bahwa ” IBU HAMIL DAN BAYI HARAP LAPOR “. Sebagai warga negara yang baik (mengingat saat itu istri saya sedang hamil 5 bulan) dan selalu berusaha mematuhi peraturan, maka istri saya langsung melapor tentang kehamilannya pada petugas Lion air. Setelah melapor, mereka menanyakan apakah ada surat rekomendasi dari dokter kandungan yang menyatakan bahwa istri saya boleh terbang. Kami tidak memiliki surat rekomendasi dari dokter akan tetapi sebelum kepulangan kami ke Palembang, kami sudah memeriksakan kondisi kehamilan istri saya sebanyak dua kali dan dokter menyatakan bahwa istri saya hamil sehat dan diperbolehkan untuk terbang.

Pada saat keberangkatan kami menggunakan pesawat Garuda dan mereka tidak meminta atau menanyakan surat apapun. Karena kami tidak memiliki surat rekomendsai yang diminta oleh pihak Lion Air, maka mereka meminta istri saya untuk memeriksakan kehamilannya di klinik yang ada di Bandara. Sekali lagi, sebagai warga negara yang baik, jikalau memang peraturan sudah menyatakan seperti itu maka kami setuju saja. Akhirnya setelah mengisi formulir, mereka membawa kami ke klinik yang disediakan oleh pihak Angkasa Pura. Saat itu waktu sudah menunjukan pukul 17.30 dan kami sudah tidak yakin bahwa klinik tersebut masih buka. Ternyata dugaan kami benar, 2 buah klinik yang berada di Bandara tersebut tutup.

Kami kembali ke counter check in Lion air, petugas yang membawa kami ke klinik menginformasikan kepada petugas counter bahwa 2 buah klinik sudah tutup. Akhirnya petugas tersebut memberitahukan pada kami bahwa tanpa surat pemeriksaan klinik, kami tidak diijinkan untuk berangkat karena mereka tidak mau menanggung resiko apapun jika terjadi sesuatu, seperti keguguran pada istri saya. Spontan kami marah besar,karena alasan mereka tidak relevan…Jika mereka membuat peraturan, mereka harus mendirikan sarana dan prasarana yang menunjang (seperti klinik 24 jam) untuk mengantisipasi jikalau penumpang tidak membawa surat rekomendasi dokter seperti kami.

Akhirnya setelah bersitegang selama beberapa saat, pilot tidak mau mengambil resiko untuk membawa kami terbang tanpa surat rekomendasi dan kami harus balik ke Jakarta saat itu juga, akhirnya kami memberi solusi kepada pihak Lion Air bahwa kami akan meminta surat keterangan dari dokter kandungan istri saya. Setelah pihak RS. Hermina Podomoro Jakarta  mengirimkan Fax surat keterangan tersebut kepada pihak Lion Air Palembang, maka masalah selesai dan kami diijinkan untuk terbang.

Mungkin sebagai permohonan maaf pihak Lion Air, mereka meng-up grade kami ke Business Class, tiket kami semula adalah kelas Ekonomi..

Demikianlah pengalaman kami terbang bersama Lion Air. ..sungguh menyebalkan, tetapi berakhir menyenangkan. :-). Dan kami berharap pihak Lion air lebih mensosialisasikan peraturannya.

Digg it StumbleUpon del.icio.us Google Yahoo! reddit

  1. Toko mainan bayi
    October 17th, 2015 - 09:43

    lion air emang murah sih …

Leave a Reply