How to unlock Celery Salt Foursquare Badge. seperti yang kita ketahui badge ini masih sodara kandung dari badge Chicago Blues yang cara unlocknya sudah saya tulis diartikel sebelumnya. Nah cara ...Read more

Pemahaman Yang Salah Tentang SEO dan Tema WordPress

Sebagai blog engine terkenal, wajarlah jika WordPress kini telah banyak dilengkapi dengan tema-tema yang gratis maupun berbayar, yang simple maupun tema bertipe rich based menggunakan flash ataupun javascript. Dari sekian banyak wordpress yang bertebaran, trend tema wordpress yang paling diminati saat ini adalah theme yang SEO friendly. Kebanyakan para blogger pun saya rasa, memilih tema yang bertipe tiga kolom di banding 1 kolom, 2 kolom ataupun 4 kolom :D.

Namun terjadi persepsi yang salah di sini. Mungkin karena banyaknya tema yang SEO friendly, seperti Thesis yang memiliki tampilan minimalis. Kesan tampilan di dominasi sedikit warna, seperti hitam(abu-abu)-putih-biru,dan beberapa warna lainnya. Mungkin kombinasi warnanya kurang lebih tujuh warna. Selain itu, tema Thesis secara default tidak mengandung(atau tidak sama sekali) banyak gambar. Dari sinilah pemahaman yang salah itu berawal.

Pernah ketika saya menggunakan tema PlainBox buatan saya untuk pertama kali di gandamanurung.com, ada beberapa orang berkomentar, bahwa tema saya SEO friendly. Jujur, saya bingung kenapa dikatakan SEO friendly saat itu. Untuk release tema PlainBox pertama buatan saya, tidaklah di optimasi dengan baik SEO nya, ini bisa di buktikan dari tulisan Bro Afdi tentang penilaian tema PlainBox saya menggunakan Raven SEO Tools-walau di kemudian hari tema ini sudah saya optimasi. Bisa di ketahui bahwa tema tersebut hanya meraih 70. Bahkan setelah beberapa kali saya check di beberapa SEO Analyzer lainnya, tema tersebut masih kurang baik. Lalu kenapa muncul persepsi bahwa tema yang simple, minimalis, adalah tema yang Search Engine friendly?

Ada blog / website yang tampilannya menggunakan banyak image, ada juga yang menggunakan Ajax di blog nya cukup banyak, katakan lah Davidwalsh, hasil SERP blog beliau pun tetap baik. Dan saya rasa pun begitu dengan beberapa blog-blog luar lainnya seperti ProBlogDesign atau SmashingMagazine.

Saya membaca tentang pengaruh kecepatan loading web berpengaruh terhadap PageRank, ah, tentu saja ini benar saya rasa. Seperti tag line Google, “Don’t be evil” saya rasa hal ini cukup berkaitan. Visitor mana yang akan mau berlama-lama menunggu tampilan suatu website? Google spider pun pastinya memiliki timeout, yang tidak saya ketahui berapa lama. Dan tentunya saya rasa spider search engine lain pun memiliki timeout. Adakah spider bersabar mengcrawl blog/website tersebut tanpa timeout?

Pernah juga saya membuka suatu website, dan membutuhkan waktu yang sangat lama untuk menampilkan website tersebut. Kemudian saya coba membuka source web tersebut, dan kelihatannya semua kode HTML(hanya kode HTML) sudah berhasil di pindahkan ke temporary folder. Kecepatan browserkah yang bertanggung jawab atas hal ini?

Terkait kecepatan, alangkah baiknya blog WordPress kita di optimasi dengan cara menggunakan cache, dan meletakkan seluruh Javascript pada bagian bawah agar tidak menggangu loading web. Walau kita menggunakan Javascript/images untuk blog kita, sebaiknya kedua elemen yang mempercantik blog kita tersebut di optimasi, agar spider search engine dapat mengcrawl web kita dengan baik. Tak cantik bukan berarti SEO friendly, cantik bukan berarti jelek di mata Search Engine.

Ada hipotesa lain, silahkan tambahkan di komentar ini.

Digg it StumbleUpon del.icio.us Google Yahoo! reddit

  1. Planet Orange
    February 23rd, 2010 - 12:11

    Hallo, terima kasih ma bro Ganda yang sudah mewakili menjawab pertanyaan pada artikel ini…. :d

    • ganda
      February 23rd, 2010 - 13:19

      bukannya memang keharusannya. 😀

  2. Seika
    February 28th, 2010 - 16:58

    Crawler itu peduli juga dengan waktu proses script ya memangnya? Jadi bukan cuma karena sembunyi dalam script jadi data yang bisa dikumpulin lebih kebatas aja ?

    • ganda
      February 28th, 2010 - 21:16

      yup, pastinya begitu. agar tidak terjadi yang namanya unterminate process. bayangkan saja jika status loading webnya terus menerus pada status loading. Sama seperti kita melakukan ping, ada time-out yang di berikan.

      bukan cuma itu tentunya. jangan sekali-kali juga meletakkan konten di dalam javascript, karena konten tersebut tidak akan di crawl oleh crawler mesin pencari.

  3. Belajar Edit Foto
    March 13th, 2010 - 22:50

    Ma’af mas, cuma numpang baca…gak brani koment…
    Sharingnya bagus (mata sy ampe’ pegel) bacain komentarnya..haha….yg koment Pakar SEO semua…
    Salam kenal ya mas…

    • ganda
      March 15th, 2010 - 08:22

      salam kenal juga mas.

  4. dani
    June 29th, 2010 - 13:22

    Jadi, definisi SEO-friendly itu seperti apa? Jika aksesibel kan jelas, ada Level A, AA, AAA.

    Teks di kolom isian komentar ini memang disetel berukuran besar ya? Takut komentar ini dicontek orang sebelah. 🙂

    • ganda
      June 29th, 2010 - 15:37

      menurut mereka, gampang dicrawl oleh bot. 🙂

      • dani
        June 29th, 2010 - 16:15

        Simulator ‘search engine’ yang jadi jurinya gitu?
        Lalu kriteria apa yang dipakai para pembuat ‘theme’ sehingga menyatakan desainnya ‘SEO friendly’?

        • ganda
          June 29th, 2010 - 16:59

          bukan pembuat ‘theme’ tapi penggunanya. Atas kriteria simpel.

    • Planet Orange
      June 29th, 2010 - 16:51

      Komentar apaan sih yang dicontek orang sebelah? :gila

  5. boong
    July 14th, 2011 - 14:17

    Jadi intinya, apakah Thesis Theme itu buruk??

Leave a Reply